Category: Intropeksi Diri

Muslimah Jatuh Cinta Pada Seorang Lelaki, Apa Yang Harus Dilakukan?

Apa solusi jatuh cinta? Menikah.
Bagaimana jika belum bisa menikah? Bersabar.
Apakah masih boleh kontak dengan orang yang dicintai? Boleh seperlunya dan interaksi yang bersih.
—————— Itu yang dapat aku simpulkan 😀

ABU HAURA MUAFA

oleh: Muhammad Muafa

Assalamu’alaikum.

Ust, saya butuh nasihat. Bagaimana seharusnya sikap muslimah bila ia jatuh cinta pada seorang lelaki? Mohon nasehatnya ust. Afwan mungkin pertanyaan saya sangat blak-blakan. Afwan ust.

Muslimah- di suatu tenpat

Jawaban

Wa’alaikumussalam Warahmatullah.

 Jika seorang Muslimah  merasakan hatinya jatuh cinta kepada seorang laki-laki, maka selama ada jalan  hendaknya diusahakan untuk menikah dengannya. Jika tidak ada jalan yang memungkinkan menikahinya, maka muslimah tersebut wajib Shobr (tabah hati), sampai Allah menggantikan dengan lelaki yang lebih baik,  atau Allah “menyembuhkannya” dari “sakit” cinta tersebut, atau Allah mewafatkannya. Inilah solusi yang lebih dekat dengan petunjuk Nash-Nash Syara’ dan lebih menjaga kehormatan serta dien Muslimah tersebut.

View original post 1,392 more words

Advertisements

Hidup itu adil

Percayakah kamu jika sebenarnya hidup itu benar benar adil? Terdapat orang yang berusaha keras hingga mendapat sesuatu yang melebihi ekspektasinya. Ada orang yang tidak berusaha dan mendapatkan sesuatu jauh dibawah harapannya. Tapi terkadang orang yang berusaha juga akan mendapat musibah dan orang yang tidak berusaha mendapatkan berkah.

Hidup memang tidak flat seperti listrik DC, bahkan bisa dikatakan lebih mirip listrik AC. Manusia hanya bisa membuat rencana, melakukan dan yang memberikan hasilnya adalah Allah.

Tapi ada juga yang bilang, hidup itu adil karena semua orang mendapatkan ketidakadilan. Setuju gak setuju dengan pernyataan itu. Pertama, keadilan yang sesungguhnya di tangan Allah, dan kita belum / tidak merasakannya. Kedua, keadilan yang mungkin kita rasakan adalah yang dibuat (buat) oleh manusia, dimana manusia adalah tempatnya salah, maka wajar kita merasakan ketidakadilan.

Solusinya, hapus aja dendam kepada setiap orang yang membuat kita merasa tidak adil. Ganti dengan senyuman dan lihatlah jalan didepan. Itu jauh lebih bermanfaat dan membuat kita bergerak lebih cepat.

Apa yang kamu lakukan?

Apa yang kamu lakukan?
Jika tidak keluar dari kotak penuh barang ini.

Kenapa kamu tidak melakukannya?
Melakukan hal hal yang produktif dan berguna

Kenapa kamu tidak keluar?
Mencari udara segar, terik hangat matahari dan inspirasi

Kenapa kamu masih diam menunggu waktu?
Padahal waktu telah jauh meninggalkan kita dan tidak akan menunggu

Apa yang sudah kamu dapat?
Tidak ada? Ada! Tapi kamu tidak tau apa itu.

Bikin Plan untuk Hidup-mu! — Hanya tentang introspeksi diri

Di penghujung liburan semester ini yang (seharusnya) panjang tapi ternyata tidak terasa ini, membuatku terfikir dan termenung. Apa kemajuan yang telah aku buat selama sebulan ini? Nothing?

Kadang malu kepada Sang Pencipta, waktu yang diberikannya seperti mengalir begitu saja. Terkadang waktu kubiarkan percuma hanya dengan melihat jam tangan bergerak detik demi detik. Padahal pada aliran waktu yang percuma itu banyak berseliweran ide ide brilian, cantik, terstuktur, sistematis dan masif. Seharusnya aku membawa jaring untuk menangkap mereka dan bisa saja kuberikan kepada tengkulak agar dapat merasakan sesuap nasi (–Kiasan–).

Dan di sore hari ini, kejadian itu terulang lagi. Bolak balik liat fb, twitter, kaskus, 1cak and nothing change. Tidak ada yang baru dan itu membuatku harus berteriak dalam hati, sial hidupku terbuang percuma.

Terpikir aku ingin menghapus seluruh akun media sosial yang hanya memberiku hiburan, tapi tak membuat hatiku nyaman. Hiburan bisa basi dengan cepat. Aku mencari cara agar tidak bosan, dan aku lupa akan jati diriku. Aku orang yang cepat bosan, aku orang yang harus melakukan semua step by step — atau nanti tidak akan berarti apa apa buatku –, dan aku harus memiliki teman.

Lalu apa hubungannya dengan judul –Bikin plan untuk hidup-mu!– ? Ya, aku membuka sketchbook dan melihat grand planning untuk hidupku. Menelusuri dimana aku, dan sepertinya aku menemukan persimpangan antara surga dan neraka. Merinding, arahku tergeser sedikit menuju neraka.

Aku berdiri, menulis tulisan ini dan menatap esok hari. Gak ada lagi tegar yang ngaret. Gak ada lagi tegar yang males. Gak ada lagi tegar yang menunda nunda pekerjaan. Yang ada tetap tegar yang murah senyum dan nyantai dengan tambahan sedikit lebih rapi, baik penampilan maupun yang dilakukan. Itu semua tidak lain harus dengan menulis kembali, what should i do?

Sekian

 

Masalah apa saja yang sudah kulakukan liburan ini? Not bad, (kalo gak mau dibilang useless). Liburan ke banyuwangi yang indah, berkumpul dengan keluarga yang aku cintai, presentasi pertama didapan 200 orang yang tak terlupakan. Ya begitulah.