#MenjagaApi Mungkin ini cara orang tua saya mendidik anaknya – Sebuah Kisah Inspiratif

Saya menemui seorang pemuda luar biasa yang saya temui dalam sebuah kegiatan volunteer. Kisahnya dimulai saat masih belajar di sekolah dasar. Hidupnya yang berkecukupan harus hancur ketika kedua orang tuanya berpisah. Beliau tidak ikut bersama ayah atau pun ibunya, melainkan dengan seorang yang selama ini membantu di rumahnya.

Bersama orang tua asuhnya, kehidupannya menjadi jauh lebih sederhana. Beliau memiliki banyak keterbatasan finansial terutama untuk melanjutkan pendidikannya. Beliau pun melanjutkan mengenyam pendidikan pesantren dengan harapan tidak terlalu memberatkan orang tua asuhnya. Pendidikan pesantren menempanya menjadi pribadi baru sampai akhirnya beliau menyelesaikan pendidikan wajib belajar.

Setelah lulus dari pesantren, kebimbangan dialami oleh beliau. Orang tua asuhnya tidak mampu untuk membiayai pendidikan di perguruan tinggi. Tetapi semangat beliau untuk tetap mengenyam pendidikan sungguh luar biasa.

Akhirnya beliau menemui ayahnya yang telah sepuluh tahun tidak ditemui. Ia meminta sebuah printer milik ayahnya lalu beliau jual untuk kebutuhan mendaftar kuliah di UIN Sunan Gunung Djati. Saat itu beliau hanya memikirkan bagaimana caranya beliau untuk mendaftar. Urusan biaya setelah dinyatakan diterima adalah urusan belakang.

Dan Tuhan memang bersama orang yang bersungguh-sungguh. Beliau dinyatakan diterima kuliah di kampus tersebut. Dalam kebahagiaan, beliau juga sangat bingung untuk membayar uang kuliah tersebut. Sampai akhirnya Tangan Tuhan pun turun. Beliau bertemu dengan seseorang yang memberinya uang untuk biaya kuliah.

Akhirnya, impiannya untuk dapat berkuliah terkabul. Walaupun begitu, beliau masih harus memikirkan bagaimana cara beliau mendapatkan uang untuk dapat kuliah disemester selanjutnya. Hingga beliau memutuskan menjadi pengurus masjid dan mampu membayar biaya kuliah semester ke dua.

Pun begitu, prestasi akademik yang beliau capai sangat mengesankan dengan mendapat IPK 4.0. Hal tersebut mengantarkan pihak kampus untuk berbaik hati memberikan beasiswa hingga mendapatkan gelar sarjana.

Apa yang beliau petik dari kehidupannya? Beliau mengatakan ”Mungkin ini adalah cara orang tua saya mendidik saya hingga saya bisa seperti ini”. Sungguh kebesaran hati yang begitu luar biasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s