Yang Harus Dipersiapkan Menuju Kejayaan Suramadu

Foto Jembatan Suramadu
Jembatan Suramadu seperti yang terlihat dari pantai Surabaya. (Sumber: en.wikipedia.org)

Selamat pagi kawula muda dimanapun Anda berada. Jembatan Suramadu seperti tidak ada habisnya untuk diperbincangkan. Mulai dari Jembatan Nasional penghubung Pulau Madura dan Pulau Jawa [1], Jembatan Terpanjang di Indonesia [2], Jembatan Tercanggih di Indonesia [3], hingga penampilan lampu lampu yang luar biasa indah pada saat malam hari. Tapi semua itu seakan hanya akan menjadi sebuah buah bibir yang manis tanpa memberi dampak yang besar bagi masyarakat sekitar suramadu dan juga pulau madura. Oleh karena itu, berikut ini beberapa pemikiran tentang Percepatan dan Fasilitasi Pembangunan Suramadu agar proyek senilai 4.5 triliun tersebut tidak hanya menjadi jembatan penyebrangan.

Suramadu dimata orang awam

Orang awam disini diwakilkan oleh penulis sendiri. Penulis adalah warga sidoarjo sekaligus seorang mahasiswa di surabaya yang memiliki teman dari berbagai daerah. Pernah ada dua teman penulis dari Bandung datang ke surabaya lalu ingin sekali melewati Jembatan Suramadu yang terkenal itu katanya. Penulis mengantarnya pada malam hari menggunakan motor. Tak pelak dengan keindahan jembatan diatas selat dibalut tarian warna warni lampu membuat teman teman penulis tertawa dan berteriak puas menandakan kegembiaraannya. Satu poin baik untuk Jembatan Suramadu.

Tapi perjalanan tidak bisa berhenti di tengah jembatan dan itu kami maklumi demi terciptanya kondisi aman bagi pengguna jalan maupun “kesehatan” jembatan. Singkatnya kami tiba di pulau madura. Entah kenapa suasana berbeda dari sebelumnya. Suasana gelap dan sepi sedikit membuat kami ciut. Terlebih karena kami belum pernah sekalipun menginjakan kaki di Pulau Madura ini. Jika Madura ingin menonjolkan sisi pariwisatanya, maka beritahulah kami yang belum pernah datang kemari ini misal dengan sebuah papan yang menunjukan peta Pulau Madura di pinggir jalan dan menandakan beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi.

Papan “You Are Here” buat yang baru sampai di Madura (Ilustrasi dari buku: Don’t Make Me Think)

Kenapa papan tersebut begitu penting? Ya karena kami merasakannya sendiri. Kami tidak tau apa apa tentang Madura. Jadi kami selesai melewati Jembatan Suramadu, kelaparan dan kedinginan, mencari warung terdekat dan makan seadanya (waktu itu hanya ayam bakar dan kopi susu) lalu kembali ke Surabaya. Bayangkan jika ada 1000 orang seperti kami, betapa ruginya mereka tidak mengetahui “daleman” Madura yang sebenarnya.

Suramadu dimata seorang manajer pemasaran

Pada bagian ini, yang penulis maksud adalah ayah dari penulis. Suatu malam ada diskusi singkat kami tentang bagaimana caranya sebuah daerah, khususnya di Madura, dapat mendapat akselerasi pembangunan. Beliau menyebutkan tentang sesuatu yang ia sebut 3 Fundamental Development. Kita tau dengan adanya Jembatan Suramadu ini, diharapkan kesejahteraan masyarakat disekitar lokasi maupun di Pulau Madura pada umumnya akan terangkat dan sejajar dengan masyarakat di Perkotaan Surabaya pada umumnya. Untuk dapat melakukan hal tersebut, yang paling berpengaruh adalah kebijakan dari pemerintahannya sendiri. Ayah dari penulis menyebutkan hal pertama yang harus dilakukan adalah membangun kapabilitas dari masyarakat sekitar dengan cara memberikan pelatihan pelatihan softt skill maupun keterampilan serta kesadaran untuk menjadikan wilayah daerah sekitar Jembatan Suramadu menjadi tanggung jawab bersama.

Yang kedua juga merupakan campur tangan dari pihak penguasa yaitu dengan penyetaraan harga baik di Surabaya dan di Madura. Hal ini dirasa penting karena jika ternyata harga di Madura sendiri lebih mahal dari pada di Surabaya, bukan hal yang tidak mungkin masyarakat serta pengunjung justru lari ke Surabaya dan impian untuk menyeimbangkan kesejahteraan pun terancam gagal. Penyetaraan dapat tercapai dengan cara melakukan penggratisan tol Suramadu atau dari pengembangan Madura sebagai produsen dari berbagai produk. Hal ini merupakan kelanjutan dari pembangunan kapabilitas masyarakat dengan memfasilitasi dengan adanya produk berkualitas dengan harga bersaing.

Dan yang terakhir adalah pembangunan sistem. Ketika masyarakat dan produk telah siap untuk unjuk gigi, sekarang waktunya sistem yang dibenahi. Sistem disini bisa berupa sistem informasi seperti website yang menunjukan betapa siapnya Madura untuk dikunjungi ratusan ribu turis sekalipun, bisa juga sistem sentra dan penataan wisata dengan khas madura atau pun yang lainnya.

Dari ketiga hal diatas, semua harus dikerjakan secara gotong royong dan sekuensial. Jika tidak, mungkin kita hanya mengundang orang untuk memberi tau betapa tidak siapnya kita [4].

Suramadu dimata pecinta wisata

Ibu saya sangat senang berwisata dan selalu mencari cari tempat yang menarik untuk dikunjungi. Begitu saya menyebutkan tentang Jembatan Suramadu, berbagai ide dan referensi pun digambarkan misalnya tentang bagaimana kita dapat menikmati pemandangan Jembatan Suramadu dari pinggir pantai secara nyaman.

Golden Gate pada saat senja dan dapat dinikmati oleh pejalan kaki. (Sumber: en.wikipedia.org)

Mari kita lihat beberapa potret di sekitar kawasan Suramadu:

Screenshot from 2014-12-02 00:53:16 Screenshot from 2014-12-02 00:54:21 Screenshot from 2014-12-02 00:56:33Ketiga gambar tersebut adalah daerah sekitar Jembatan Suramadu bagian Surabaya diambil menggunakan google maps. Gambar tersebut menurut saya belum mewakili dari seluruh daerah sekitar Jembatan Suramadu karena saya tidak memiliki gambar pada bagian Madura. Sebagai gantinya, penulis akan mendeskripsikan sedikit pada bagian Madura.

Pada Bagian Madura, terdapat seperti bukit di kiri dan kanan Jembatan Suramadu yang terhubung dengan sebuah jembatan kecil untuk kendaraan. Pada bagian kanan (arah ke Surabaya), terdapat bagian bukit yang tingginya sama dengan jalan dan menjorok ke luar sehingga terkadang beberapa pengendara motor dapat berhenti sejenak untuk melakukan sesi foto foto di tempat yang cukup terbatas tersebut.

Dari keduanya, dapat diberikan ide bahwa kita membutuhkan:

  • Sebuah spot untuk foto kenang kenangan
  • Sebuah tempat bersantai bagi pejalan kaki untuk menikmati pemandangan indah pantai dan jembatan terpanjang di Indonesia
  • Spot makanan yang tersentral dan rapi. Bukan hanya sekedar warung yang terkesan ilegal.
  • Mungkin ditambahkan lagi ikon pada bagian Madura atau pun Surabaya sebagai tanda “Selamat Datang”.
Terdapat spot untuk berfoto dan terdapat ikon di dekat jembatan (Sydney, Australia) (Photo Source: http://slsongtravel.blogspot.com/2014/06/mrs-macquaries-chair.html)
Ikon “Selamat Datang” jika berkunjung ke Lampung (Sumber foto: http://motormogok.blogspot.com/ )

Kesimpulan

Pembenahan demi pembenahan masih harus tetap di lanjutkan untuk membuat Jembatan Suramadu dan sekitarnya tetap berjaya. Berbagai pembenahan mulai dari pengembangan masyarakat, sistem dan fasilitas diperlukan untuk menarik setiap orang yang mendengan kata “Suramadu“.

Sekian #IdeUntukSuramadu dari penulis (Tegar Imansyah). Kurang lebihnya mohon maaf dan tetap terus semakin tinggi (#Excelsior).

Twitter: http://twitter.com/Tegar_Imansyah

Facebook: http://facebook.com/tegarimansyah

Referensi

[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Nasional_Suramadu

[2] http://www.apasih.com/2011/07/10-jembatan-terpanjang-di-indonesia.html

[3] http://www.kaskus.co.id/thread/526783b00e8b464638000002/shms-jembatan-suramadu-jembatan-tercanggih-pertama-di-indonesia/

[4] Mengambil kata kata dari buku “Hot Branding: Cara paling panas mengorbitkan Merek” karangan Ippho Santosa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s