Mood itu hanya buatan pikiran kalian

Dewasa ini, kaum remaja Indonesia tengah diserang oleh sebuah virus yang cukup membahayakan. Ya, sesuai judul, virus tersebut bernama mood! Virus tersebut cukup berbahaya, bisa membuat yang menderitanya memiliki semangat hidup yang sangat tinggi tetapi bisa langsung tidak memiliki semangat hidup sama sekali pada detik berikutnya.

Remaja sekarang menkategorikan mood kedalam dua tipe, mood baik dan mood buruk ( badmood). Seharusnya, kita memiliki jatah goodmood dan badmood yang sama banyak. Tetapi percaya atau tidak badmood lebih dominan! Jika tidak percaya, cobalah rasakan bagi kamu yang mempercayai mood🙂.

Misalnya si A ingin menjadi seorang penulis novel. Di awal awal, dia memiliki semangat yang menggebu gebu untuk menciptakan novel pertamanya. Ini yang biasanya disebut good mood. Tetapi semangat tinggallah semangat, goodmood pun biasanya langsung berubah menjadi badmood karena sebuah alasan tertentu, yang kadang gak ada hubungannya, seperti dimarahin, dicuekin pacar atau apalah.

Dan masa masa badmood akan menjadi panjang hingga dia teringat akan impiannya lagi. Tetapi semangat yang dulu sudah berkurang dan di alibi nunggu goodmood lagi. Tapi sampai kapan? Momen goodmood hanya akan sangat terlihat diawal dan susah untuk dibangkitkan lagi.

Badmood = Males ngapa ngapain (?)

Ya, pernyataan itu biasanya terlontar dari berbagai macam remaja yang pernah aku perhatikan. Dengan alibi badmood maupun bete, dia seakan akan memiliki hak untuk tidak melakukan apa apa atas segala kewajibannya.

Lalu apa solusinya?

Bagaimana jika seperti ini. Kamu sedang badmood yang sangat parah. Ditinggal sendirian dirumah, dan menutup diri di kamar main hape. Tiba tiba muncul sebuah singa kelaparan dari dalam lemarimu. Apa yang akan kamu lakukan?

A. Bodo amat, lagi badmood.
B. Bentar nunggu goodmood dulu, baru ngelawan.
C. Lari atau Melawan, bodo amat sama mood.

Ya tentu, kamu pasti akan menjawab yang C kan? Lalu dimana badmood-mu yang sangat parah tersebut? Lalu kapan datanggnya goodmood-mu yang kamu tunggu tunggu? Tidak ada.

Kamulah yang menguasai dirimu, bukan mood yang menguasai dirimu. Pada kejadian itu, kamu secara bawah sadar akan memerintahkan atas sadar untuk membuang jauh jauh konsep mood dan segera melakukan tindakan. Pikiranmu seharusnya yang mandiri, tidak dimanja oleh mood. Kamu harus menciptakan kondisi dimana pikiran akan mengatakan “Aku harus segera melakukan tindakan, tidak pakai nanti”. Insya Allah, jika semua remaja Indonesia berpikiran seperti ini, tidak ada lagi remaja galau nan rapuh di bumi Indonesia ini.

Sekian orasi saya tentang mood. Jadi, masihkan kamu mempercayai mood?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s