Cara Memperkenalkan Caleg Secara Efektif

Tulisan ini cukup panjang dan berat, jadi dibutuhkan waktu luang dan fokus agar dapat mencerna opini saya. Sangat disarankan untuk bookmar ( Ctrl+D) jika anda sedang  sibuk dan ingin membacanya. Tulisan asli hanya ada di https://njajali.wordpress.com oleh Tegar Imansyah.

Cara Memperkenalkan Caleg Secara Efektif

pemilu2014
Bismillahirrahmanirrahim
9 April 2014 akan ada pemilu untuk menentukan calon legislatif atau DPR, baik DPR RI dan DPRD kota. Sudahkan anda mengenal siapa saja calon legislatif di daerah anda? Jika jawabannya adalah belum tau, maka anda seperti saya dan ribuan ( atau bisa lebih) masyarakat Indonesia yang buta akan hal itu. Jangan sampai kita memilih wakil rakyat layaknya memilih kucing dalam karung. Maka dari itu, saya menyempatkan menuliskan ide yang mungkin bisa diterapkan KPU untuk membantu masyarakat Indonesia menentukan pilihan yang menurutnya terbaik. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk semua orang.

AllPartai Politik Peserta Pemilu 2014

  1. Daftar Isi
  2. Permasalahan yang dihadapi masyarakat
    1. Untuk apa memilih?
    2. No Golput? Terus milih siapa?
    3. Cara Konvensional Kampanye Caleg
    4. Masalah Lainnya
  3. Solusi yang mungkin diterapkan
    1. Buat Katalog Caleg
    2. Hapus Semua Iklan dan lainnya
    3. Memberi Sesuatu = Suap!
    4. Pembenahan KPU
    5. Pembenahan Partai Politik dan Kadernya
  4. Penutup
  5. Latar Belakang Tulisan
  6. Referensi
  7. Sumber Pikiran
  8. Tentang Penulis

1. Permasalahan yang dihadapi masyarakat

Untuk apa memilih?

Sebenarnya untuk apa kita memilih? Untuk apa ada DPR dan Pemerintah? Bukankah mereka hanya korupsi?

Nah mungkin pertanyaan diatas adalah opini dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Ya saya juga melihat di media setiap bulan ada saja yang ditangkap oleh KPK tersandung korupsi. Kita juga melihat banyak pegawai negeri yang terlihat semena mena dan tidak mengabdi pada masyarakat.

Tetapi, jika kita tidak memiliki pemerintahan, maka Indonesia akan kacau balau. Tidak ada hukum yang menyelesaikan pertikaian. Tidak ada diplomasi terhadap negara lain. Dan yang paling parah, kita dapat kembali dijajah secara fisik dan dijadikan budak oleh negara lain.

Lalu untuk masalah korupsi, sebenarnya itu salah kita juga, kenapa memilih wakil rakyat yang tidak jelas asal usulnya? Seharusnya kita melihat dulu apakah itu adalah orang baik atau pencuri. Jika kita memilih orang orang baik, saya yakin pasti wakil rakyat berpihak pada rakyat. Korupsi yang sekarang adalah dampak dari pilihan asal asalan kita pada pemilu lalu. Jadi siapa yang disalahkan?

No GOLPUT? Terus milih siapa?

Banyak sekali iklan dan ajakan untuk anti-golput. Banyak pula artikel yang mengatakan dampak dampak buruk dari golput. Tetapi, kebanyakan dari mereka tidak merekomendasikan seperti apa yang harus saya pilih? Ya inilah yang menjadi permasalahan. Kita tidak melihat sarana untuk mengenal para caleg yang akan mewakili kita.

Tapi benarkah? Coba buka website http://www.kpu.go.id. Setidaknya ada sedikit usaha dari KPU untuk mengenalkan caleg.

Pertama, KPU telah menyediakan daftar caleg menurut dapil. Tapi daftar itu payah, hanya terdapat info nama lengkap, foto, jenis kelamin dan daerah tempat tinggal. Jika saya ingin background orang itu mungkin harus meluangkan waktu lebih untuk stalker mereka di dunia maya. Daftarnya bisa dilihat disini http://kpu.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=8268&Itemid=490. Jika ingin mengeahui wilayah dapil di provinsi anda bisa lihat disini http://kpu.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=7701&Itemid=281.

Kedua, KPU meminta caleg mengirimkan daftar riwayat ( CV) hidup dan telah di upload di website KPU. Hal ini telah dibahas di kaskus. CV ini pun payah, banyak caleg terlihat setengah hati menuliskannya. Mengaksesnya pun cukup merepotkan karena kita harus melihat satu per satu CV caleg. Akan lebih menyenangkan jika kita bisa langsung dengan mudah membanding kan semua caleg.

Lembar Caleg
Lembar Caleg yang di bagikan KPU di websitenya

Dapil
Daftar dapil menurut provinsi

Ketiga, KPU memberikan itu semua hanya di websitenya, sedangkan tidak semua masyarakat Indonesia mengerti cara menggunakan internet. Kalaupun masyarakat yang mengerti internet, pasti tidak banyak yang mau membuang waktu mereka stalker caleg.

Cara Konvensional Kampanye Caleg

Maaf jika terlampau kasar, tetapi saya ingin mengatakan kalau kebanyakan caleg yang saya lihat terlalu tidak kreatif. Mereka memiliki cara yang hampir sama, membuat spanduk besar, poster, membagi kalender dan nanti bersama dengan caleg satu partainya akan membuat panggung hiburan dan memberi janji janji.

Janjinya pun tak jarang seragam dengan yang lain. Kalau tidak anti korupsi, rakyat kecil, pro rakyat dan lainnya. Semuanya tidak jelas dan terlalu umum untuk diberikan. Tidak fokus dan tidak ada cara teknis yang dijabarkan. Bahkan mereka tidak menjabarkan sebenarnya siapa sih dia dan bagaimana backgroundnya.

Masalah lainnya

  • Kadang yang baik tetapi miskin kalah dengan yang jahat tetapi kaya. Karena kesenjangan dalam berpromosi diri.
  • Tidak mengerti perbedaan DPR RI, DPD dan DPRD. Ya, banyak yang masih tidak mengerti apa yang mereka kerjaan.
  • Sampah kampanye yang berharga mahal dan tidak ada manfaatnya. Coba bayangkan jika caleg tidak perlu membuat baliho bernilai ratusan juga tetapi di berikan untuk pengembangan masyarakat. Masyarakat pasti lebih mengenalnya dari pada hanya disuruh melihat fotonya di jalanan.

2. Solusi Solusi yang mungkin dapat diterapkan

Buat katalog caleg

Ini ditujukan kepada KPU atau bisa jadi seluruh partai politik peserta pemilu untuk berkolaborasi membuat sebuah katalog ( Lumayan menguji kerja sama antar partai). Katalog yang dimaksud seperti katalog produk. Kita dapat melihat daftar lengkap semua caleg dan caleg memberikan esai singkat tentang siapa dirinya, apa yang sudah dia lakukan di masyarakat dan bagaimana cara dia menggunakan jabatannya untuk mengayomi masyarakat. Mungkin juga bisa ditambahkan halaman pernyataan “Jika saya korupsi, saya siap untuk …” dan halaman lain.

Kenapa hal ini penting? Karena saya meyakini, seseorang yang mampu memberikan tujuan yang jelas dengan kata kata yang mudah dipahami, dia cenderung akan bertindak.

Siapa yang membiayai? Caleg mau dikenal kan? Dia bisa membayar ratusan juta untuk bagi bagi kaos, spanduk dan lainnya. Bagaimana jika caleg ( DPR RI, DPRD maupun DPD) dari semua partai dalam satu dapil patungan dalam membuatnya dan membagikannya gratis di setiap rumah. Pasti akan lebih murah serta sangat mengena dalam tujuannya.

Bagaimana dengan caleg yang tidak mampu? Ya hal itu bisa di blow-up media, masa sih ada caleg yang akan berkorban demi masyarakat luas tetapi tidak mau membantu teman satu perjuangannya?

Hapus semua iklan, baliho, spanduk, stiker dan lainnya

Iklan, baliho, spanduk, stiker dan lainnya semua itu hanya sampah. Tidak ada yang peduli dengan semua foto fotomu itu. Kami tidak mengenalmu jadi jangan harap kami memilihmu. Kami tidak mendapat apa apa dengan semua itu, bahkan mengenal dan mengingatmu saja tidak.

Bukankah lebih bermanfaat ketika seorang caleg datang kesebuah pemukiman kumuh lalu mengumpulkan semua ibu ibu yang ada di sana dan memberikan pelatihan menjahit. Atau langsung datang ke kali kali kotor dan bersama masyarakat di sekitarnya membersihkan kali tersebut. Lebih bermanfaat dan dikenalkan?

Memberi sesuatu = Suap!

Apa sih yang dipikirkan caleg ketika memberi sesuatu yang tidak terlalu bermanfaat seperti kalender atau kaos dengan foto caleg yang sangat besar. Kami bisa membelinya sendiri jika kami butuh. Simpanlah uangmu agar tidak menjadi alasanmu untuk korupsi saat menjabat nanti. Intinya, jika ingin memberikan sesuatu, jangan yang habis pakai. Berikanlah yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Pembenahan KPU

Seperti sebelumnya dibahas, KPU meminta CV kepada para caleg. Tetapi hal tersebut terlihat hanya sebagai formalitas. Jika KPU serius, pasti syarat seperti itu akan menjadi fokus utama dan caleg berhak ditolak ketika mereka asal asalan mengerjakannya. Jika hanya menulis pengalaman hidup saja sudah asal asalan, maka sudah sangat jelas ketika menjabat nanti akan lebih asal asalan.

Pembenahan Partai Politik dan Kadernya

Wahai partai politik, kami masyarakat Indonesia sangat mempercayaimu untuk menunjuk kader terbaikmu yang mampu mengurus negara kita tercinta. Tetapi sudah sebagai rahasia umum kalau yang bayar yang dicalonkan. Atau memang kalian tidak memiliki kader yang baik? Kenapa tidak ada perekrutan terbuka sebagai wadah juga untuk memperkenalkan partai kalian? Ketransparanan kalianlah yang membuat kami mempercayai kalian.

3. Penutup

Pemuda ( 17 – 35 tahun) adalah sebuah kekuatan yang hebat. Kita sebagai kaum muda yang pasti akan menjadi penerus pemimpin tidak mau kan hanya disisakan “sampah” dari kekotoran dan pengerusakan “surga dunia” Indonesia oleh mereka. Maka dari itu, kita harus tetap memikirkan bagaimana nasib bangsa ini selagi muda. Yuk bersatu menjadi pemuda Indonesia. Pelajari dan pilihlah wakil yang sangat berkompetensi.

4. Latar Belakang Tulisan

Sangat sebal melihat sampah kampanye. Pohon yang dipaku. Kata kata yang basi banget. Sangat merusak keindahan kota.

Jujur ini adalah pemilu pertama saya. Tetapi sangat mengecewakan karena saya tidak tau harus memilih siapa. Bahkan persiapan saya untuk ujian harian jauh lebih baik dari pada persiapan saya menentukan berjalannya sebuah negara yang sangat besar. Aneh kan?

Walaupun saya terhubung dengan internet hampir setiap waktu, tetapi saya merasakan sendiri susahnya informasi didapatkan. Informasi tentang siapa saja sih caleg saya ini?

Saat ospek, sangat ditekankan bahwa mahasiswa adalah agent of change. Maka dari itu saya ingin mengubah sedikit saja gaya berkampanye para caleg walaupun hanya dengan esai ini. Sebagai mahasiswa sekaligus kaum muda, saya merasa juga harus bertanggung jawab atas nasib bangsa.

5. Referensi

http://www.kpu.go.id
http://www.ayovote.com

6. Sumber Pikiran

Sumber pikiran yang paling utama adalah dari orang tua saya terutama ibu saya. Mereka memaksa saya menyukai politik ( sangat bersebrangan dengan studi yang saya tekuni). Karena mereka, secara tidak sadar saya merasakan harus ada yang berubah dari negara ini.

Sumber lain adalah media yang memberitakan tentang legislatif. Banyak kebijakan pemirintah yang saya kira bagus tapi digagalkan karena ketidaksetujuan DPR. Atau ada pejabat yang cukup baik sedang bekerja demi rakyat tapi diganggu oleh DPR seperti dipanggil atau diapainlah. Mereka kok sepertinya tidak mewakili rakyat? Apa karena rakyat asal memilih mereka? Maka dari itu saya ingin sekali mengetahui background dari seseorang yang akan mewakili saya nanti.

Tentang Penulis

Penulis adalah mahasiswa aktif dari salah satu perguruan tinggi negeri di surabaya. Penulis tidak memiliki afiliasi terhadap seluruh jajaran partai maupun KPU. Disini penulis hanya memberikan opini penulis untuk dapat menginspirasi banyak orang dan membuat Indonesia semakin maju. Tentu segala yang penulis tulis masih jauh dari sempurna maka dari itu mohon masukan yang membangun. Berkomunikasilah dengan saya via email.

4 thoughts on “Cara Memperkenalkan Caleg Secara Efektif

      1. Lebih menantang dan kreatif dengan judul gitu, mas..🙂 coba bikin satu tulisan dengan judul tsb n naikkan ke media cetak. Karena judul kayak gitu sedikit menantang. Hehe🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s