[Reblog] Siapa yang tukang sampah?

Sumber gambar

hasil pemikiran Fitriana Nugraheni — Lagi-lagi manusia yang kita bicarakan, memang kita tidak luput dari kesalahan dan juga kedzaliman pada diri kita sendiri bahkan untuk orang lain. Kebiasaan manusia memang hal yang sangat sulit dirubah kecuali keinginan dari diri mereka sendiri atau yang lebih keren disebut faktor internal. Apalagi jika kebiasaan buruk manusia sudah mendarah daging dalam dirinya, sudah di pastikan segala bentuk himbauan akan sangat mudah dilanggar, lagi-lagi hal ini bisa diobati hanya dengan faktorinternal, faktor eksternal hampir tidak bisa membentuk kebiasaan hanya merubah dalam jangka pendek saja.

Nyampah, adalah hal sangat biasa di lakukakan pada satu-satunya makhluk yang telah di berikan akal oleh Tuhan ini. Sudah tidak terhitung lagi pemerintah menghimbau untuk membuang sampah di tempat sampah, sudah sangat jelas kenapa himbauan itu harus ditaati, utamanya karena dampak sampah anorganik yang tidak bisa di daur ulang oleh tanah. Pemerintah juga sudah memberikan perhatian terhadap sampah rumah tangga dengan cara memisahkan antara sampah organik dan anorganik, sudah jelas tujuannya apa. Tapi jika dasarnya manusia terbiasa membuang sampah di sungai, di sembarang tempat, maka akibatnya akan mereka rasakan sendiri, banjir, pencemaran sungai dan yang lebih sangat kelihatan adalah lingkungan menjadi kotor.

Pernahkah melihat setiap pagi atau siang ada bapak-bapak dengan gerobak warna kuning yang berisi full sampah mengitari komplek perumahan kita. Dengan hanya satu orang bisa membawa begitu banyak sampah yang dihasilkan dari beberapa rumah tangga. Sangatamazing sekali. Akan begitu sangat memalukan, jika kita masih membuang sampah tidak pada tempatnya. Selain akan memperberat pekerjaan bapak-bapak itu, kita juga tidak menghargai kerja mereka setiap harinya, menjadi tukang bersih-bersih sampah. Banyak yang menyebut mereka adalah tukang sampah, karena pekerjaan mereka adalah memunguti sampah dari rumah ke rumah, dari tong sampah satu ke tong sampah lainnya. Tapi akan lebih tepat kalau mereka di juluki “tukang kebersihan” bukan “tukang sampah”. Dan untuk mereka yang masih bandel buang sampah sembarangan, mereka cocok mendapat predikat menjadi tukang sampah yang sukanya adalah nyampah di mana-mana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s